Widget HTML Atas

Kapan Menikah? Pemuda Indonesia Makin Betah Melajang

Kapan menikah? Pertanyaan ini mungkin sementara jadi pergumulan Anda. Mungkin Anda merasa umur Anda tidak muda lagi sementara banyak teman-teman Anda yang sudah menikah. Tapi tenang saja. Anda tidak sendiri. Data menunjukkan, banyak pemuda Indonesia makin betah melajang dan baru memutuskan menikah di umur yang lebih tua.

Mungkin saja Anda sudah punya pacar atau masih menjomblo. Yang pasti bila Anda belum menikah, artinya status Anda masih lajang. Menurut Wikipedia, lajang secara harfiah dalam bahasa Indonesia secara umum adalah seseorang yang belum pernah menikah.

Lajang tidak mengenal gender. Kata lajang digunakan sebagai pengganti kata masih bujang (jejaka), atau masih gadis (perawan). Lawan kata dari kata lajang adalah menikah atau sudah berumah tangga.

Dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan dalam bab 2 pasal 7 ayat 1 menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun. Sedangkan pihak wanita sudah berumur 16 (enam belas) tahun.

BACA JUGA: Peran Pemuda Menyongsong Indonesia Emas 2045

Peraturan Menteri Agama Nomor 11 tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah juga memberi syarat adanya ijin tertulis dari orangtua atau wali bagi calon mempelai yang belum berusia 21 tahun. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya pemerintah telah berusaha meminimalisir terjadinya pernikahan di usia dini.

Hanya saja, menurut hasil Susenas 2017, masih ditemukan sebanyak 2,66 persen pemuda yang kawin sebelum menginjak usia 16 tahun. Tahun 2017, pemuda baik laki-laki maupun perempuan yang menikah pada usia 25 sampai 30 tahun, mencapai 16,31 persen.

Sementara penduduk usia 19 sampai 24 tahun adalah terbanyak dengan angka 60,13 persen. Lalu pemuda 16 sampai 18 tahun sebanyak 20,89 persen.
Persentase Pemuda Kawin Menurut Usia Perkawinan Pertama dan Jenis Kelamin, 2017

Walaupun seperti itu, fenomena yang cukup menarik saat ini, yaitu pemuda Indonesia yang makin betah melajang dan memilih menikah di umur yang lebih tua makin banyak. Trennya kian meningkat.

Data menunjukkan, persentase pemuda yang berstatus kawin menurun. Sebaliknya tren pemuda yang belum menikah menunjukkan pola meningkat.

Pada tahun 2010, total pemuda yang sudah menikah hampir 50 persen dari total pemuda Indonesia. Tapi pada 2017, jumlah pemuda yang menikah menurun sampai 40 persen.

Tren Persentase Pemuda Menurut Status Perkawinan, 2010-2017

Sebaliknya, pada tahun 2010, pemuda yang belum menikah mencapai 50 persen. Tapi pada tahun 2017 ini, pemuda Indonesia yang belum menikah mencapai hampir 60 persen.

Data ini mengonfirmasi dengan pasti bahwa banyak pemuda Indonesia yang kini enggan menikah di umur yang muda dan memilih menikah di usia yang lebih tua. Tren ini diyakini adalah korelasi positif dari faktor pendidikan, ekonomi, atau pergeseran budaya yang dialami pemuda Indonesia.

BACA JUGA: Jumlah Pemuda di Indonesia Tahun 2017

Jika dilihat trennya, usia kawin pemuda memang semakin bergeser pada umur yang lebih tua. Pemuda yang menikah di usia muda menunjukkan tren menurun. Perbaikan status sosial ekonomi penduduk, pendidikan  dan  perubahan pola  pikir  pemuda  dalam memandang ikatan perkawinan mungkin turut mempengaruhi.


Persentase Pemuda Kawin Menurut Usia Perkawinan Pertama dan Jenis Kelamin, 2017

Perkawinan di negara berkembang umumnya dimulai ketika penduduk berada pada rentang usia pemuda. Hasil Susenas 2017 menunjukkan sebesar 40,12 persen pemuda berstatus kawin, 58,42 persen belum kawin, dan sisanya berstatus cerai hidup/mati (1,45 persen).

Proporsi pemuda yang berstatus kawin sebagian besar adalah perempuan (51,64 persen), dan sebagian besar adalah pemuda di perdesaan (45,96 persen).


Persentase Pemuda Menurut Status Perkawinan, Tipe Daerah dan Jenis Kelamin, 2017

Pola status perkawinan suatu wilayah dapat mencerminkan status sosial ekonomi penduduknya. Beberapa penelitian menyebutkan kapan seseorang memutuskan menikah dapat dipengaruhi oleh faktor tuntutan ekonomi, pendidikan, dan budaya.

Usia perkawinan pertama (UKP) dalam Susenas didefinisikan sebagai usia saat pertama kali suami istri melakukan hubungan intim. Semakin muda seseorang menikah, akan semakin panjang masa reproduksinya atau semakin panjang kesempatan seseorang untuk melahirkan anak sehingga UKP penduduk turut mempengaruhi angka fertilitas suatu wilayah.

Sumber: BPS Indonesia

Tidak ada komentar untuk "Kapan Menikah? Pemuda Indonesia Makin Betah Melajang"