Widget HTML Atas

Produktivitas Pemuda Indonesia Tahun 2017

Keterlibatan pemuda dalam ketenagakerjaan menjadi penting mengingat pemuda berada pada usia produktif. Lantas bagaimana produktivitas pemuda Indonesia tahun 2017. Simak data BPS Indonesia berikut.

Pada tahun 2017, separuh dari pemuda Indonesia bekerja, yaitusebesar 51,47 persen. Pola ini terlihat baik di perkotaan maupun di perdesaan.

Berdasarkan jenis kelamin, terlihat bahwa persentase pemuda laki-laki yang bekerja jauh lebih tinggi daripada perempuan (63,10 persen berbanding 39,47 persen).

Hal ini tidak lepas dari budaya umum masyarakat bahwa yang bekerja adalah laki-laki, sementara perempuan sebaiknya mengurus rumah tangga. Berdasarkan kelompok umur, semakin tinggi kelompok umur pemuda, semakin besar persentase pemuda yang bekerja.

Hal ini disebabkan semakin tinggi kelompok umur pemuda, umumnya pemuda telah menyelesaikan pendidikannya dan siap masuk dalam dunia kerja. Hal menarik adalah, sekitar 19,95 persen pemuda usia 16-18 tahun yang bekerja, padahal pada usia ini seharusnya pemuda masih berada di bangku sekolah.
Persentase Pemuda menurut Jenis Kegiatan dalam Seminggu Terakhir, 2017
Data di atas menunjukkan persentase pemuda laki-laki bekerja di perkotaan maupun di perdesaan lebih tinggi dari pemuda perempuan. Perbedaan yang signifikan terjadi di perkotaan (68,11 persen berbanding 37,69 persen).


Begitu juga persentase pemuda laki-laki yang mencari pekerjaan lebih tinggi dibandingkan dengan pemuda perempuan. Sementara itu, untuk kegiatan mengurus rumah tangga, terlihat persentase pemuda perempuan jauh lebih tinggi dibandingkan pemuda laki-laki.

Hal ini mengindikasikan bahwa pemuda laki-laki cenderung untuk bekerja atau mencari pekerjaan dalam memenuhi kebutuhan  keluarganya,  sementara  pemuda  perempuan cenderung mengurus rumah tangga.


Persentase Pemuda menurut Jenis Kegiatan dalam Seminggu Terakhir, 2017

Berdasarkan  jenjang  pendidikan,  pemuda  bekerja didominasi oleh pemuda yang tamat sekolah menengah (42,40 persen), sementara persentase pemuda bekerja yang tamat perguruan tinggi hanya sebesar 14,30 persen.
Persentase Pemuda Bekerja menurut Tingkat Pendidikan, 2017


Jika dilihat menurut tipe daerah, terdapat perbedaan pola tingkat pendidikan yang jelas antara pemuda yang bekerja di perkotaan dengan perdesaan.

Di perkotaan, separuh pemuda bekerja telah menamatkan sekolah menengah, 18,77 persen tamat perguruan tinggi, dan 18,26 persen tamat sekolah menengah pertama.

Sementara, pemuda bekerja di perdesaan didominasi secara merata oleh lulusan sekolah menengah (32,55 persen), sekolah menengah pertama (28,37 persen), dan sekolah dasar (22,01 persen).

BACA JUGA: Pemuda dan Jaminan Kesehatan Tahun 2017

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pemuda merupakan perbandingan antara jumlah pemuda yang terlibat dalam kegiatan ekonomi (bekerja atau menganggur) terhadap jumlah seluruh pemuda (penduduk usia 16-30 tahun).

TPAK pemuda dapat digunakan untuk melihat potensi ekonomi dan ketenagakerjaan pemuda. Tingginya nilai TPAK pemuda menunjukkan besarnya pasokan tenaga kerja pemuda (youth labour supply) yang tersedia untuk kegiatan perekonomian.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Pemuda, 2017


Lebih dari separuh pemuda terlibat dalam kegiatan ekonomi. Hal ini terlihat dari nilai TPAK yang mencapai 59,86 persen. TPAK pemuda laki-laki lebih tinggi dibandingkan TPAK perempuan (73,19 persen berbanding 46,12 persen).

Hal ini menunjukkan bahwa dari 10 pemuda laki-laki, terdapat 7 pemuda laki-laki bekerja, mempersiapkan pekerjaan atau mencari pekerjaan, dan 3 pemuda lainnya sedang sekolah, mengurus rumah tangga, atau kegiatan lainnya.

Sementara, dari 10 pemuda perempuan, terdapat 4 pemuda perempuan bekerja, mempersiapkan pekerjaan atau mencari pekerjaan, dan 6 pemuda lainnya sedang sekolah, mengurus rumah tangga, atau kegiatan lainnya.

Tingginya TPAK pemuda laki-laki tersebut terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Salah satu factor yang menyebabkannya adalah karena perempuan lebih banyak yang hanya mengurus rumah tangga sehingga memiliki keterbatasan dalam kegiatan ekonomi.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Pemuda, 2017


TPAK pemuda berdasarkan kelompok umur menunjukkan pola yang sama baik di perkotaan maupun di perdesaan, yakni semakin tinggi umur, maka semakin besar nilai TPAK pemuda.

Pemuda yang aktif dalam kegiatan ekonomi umur 16-18 tahun sebesar 27,98 persen, pemuda umur 19-24 tahun sebesar 66,76 persen, dan pemuda umur 25-30 tahun sebesar 73,72 persen.

Dilihat dari tipe daerah, TPAK pemuda kelompok umur 16-18 tahun di perdesaan lebih tinggi dibandingkan di perkotaan (31,75 persen berbanding 25 persen), sedangkan TPAK kelompok umur 19-24 tahun dan 25-30 tahun di perkotaan maupun perdesaan tidak jauh berbeda.

Dilihat dari jenis kelamin, TPAK pemuda laki-laki usia 25-30 tahun (95,47 persen) jauh lebih tinggi dibandingkan TPAK perempuan (53,10 persen).

Sumber:  BPS Indonesia

Tidak ada komentar untuk "Produktivitas Pemuda Indonesia Tahun 2017"