Widget HTML Atas

Status Ekonomi Rumah Tangga Pemuda Indonesia Tahun 2017

Sebagian besar pemuda tinggal di rumah tangga dengan kelompok pengeluaran 40 persen menengah dan 40 persen terbawah dengan persentase masing-masing sebesar 39,64 persen dan 35,77 persen. Lantas bagaimana status ekonomi rumah tangga pemuda Indonesia tahun 2017?

Pemuda yang tinggal pada rumah tangga dengan kelompok pengeluaran 20 persen teratas persentasenya sebesar 24,59 persen. Berdasarkan daerah tempat tinggal, seperti yang tersaji pada gambar, secara umum tidak terlihat adanya perbedaan pola antara kelompok pengeluaran rumah tangga pemuda perkotaan dan perdesaan.

Demikian juga dari segi gender, pola kelompok pengeluaran rumah tangga pemuda laki-laki dan perempuan mengikuti pola distribusi yang relatif sama dengan pola nasional.

Tingkat pendidikan terkait erat dengan kelompok pengeluaran rumah tangga. Semakin tinggi tingkat pendidikan maka kecenderungan tinggal di rumah tangga dengan status kelompok pengeluaran teratas juga semakin besar.


Gambar menunjukkan bahwa lebih dari separuh (51,36 persen pemuda dengan pendidikan tamat SD/sederajat tinggal di rumah tangga dengan kelompok pengeluaran 40 terendah.

Sementara itu, hampir separuh (49,17 persen) pemuda dengan pendidikan tamat PT tinggal di rumah tangga dengan kelompok pengeluaran 20 persen teratas.


Persentase  Pemuda  Menurut  Kelompok Pengeluaran Rumah Tangga, 2017


Kelayakan Rumah Tinggal Pemuda
Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia. Selain sebagai tempat berlindung, rumah sebagai tempat tinggal harus aman dan nyaman. Rumah yang layak ditempati adalah rumah yang bersih dan memenuhi kriteria rumah yang sehat.

Terpenuhinya kebutuhan dasar rumah yang layak huni diharapkan mampu meningkatkan ketahanan hidup masyarakat. Berdasarkan status kepemilikan rumah tempat tinggal, sebesar 78,64 persen pemuda tinggal di rumah dengan status milik sendiri.

Sementara itu, sebesar 10,53 persen pemuda tinggal di rumah kontrak/sewa dan 10,83 persen pemuda tinggal di rumah bebas sewa/dinas/lainnya. Perbedaan daerah tempat tinggal mempengaruhi status kepemilikan bangunan tempat tinggal pemuda.

Persentase pemuda di perdesaan yang tinggal di rumah milik sendiri lebih besar dibanding pemuda perkotaan (88,75 persen berbanding 70,39 persen). Sementara itu, pemuda di perkotaan yang tinggal di rumah dengan status kontrak/sewa dan bebas sewa/dinas/ lainnya persentasenya lebih besar dibanding perdesaan.

Apabila dilihat berdasarkan jenis kelamin, tampak tidak ada perbedaan yang signifikan antara pemuda laki-laki dan perempuan dalam status kepemilikan rumah tempat tinggal.


Persentase Pemuda Menurut Status Kepemilikan Rumah Tempat Tinggal, 2017


Informasi status kepemilikan tempat tinggal pemuda menunjukkan bahwa sebesar 69,0 persen pemuda pada kelompok pengeluaran rumah tangga 20 persen teratas tinggal di rumah milik sendiri.


Sementara itu, pemuda di rumah tangga kelompok pengeluaran 40 persen menengah dan 40 persen terbawah yang tinggal di rumah milik sendiri persentasenya sebesar 79,33 persen dan 84,50 persen.

Rumah milik sendiri yang dimaksud dalam informasi ini adalah rumah yang ditempati merupakan milik kepala rumah tangga atau salah seorang anggota rumah tangga.

Tidak hanya status kepemilikan rumah tempat tinggal, aspek perumahan lain yang patut diperhatikan adalah kelayakan tempat tinggal. Pasal 5 Ayat 1 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Pemukiman menyatakan bahwa “Setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan/atau menikmati dan/atau memiliki rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi, dan teratur” (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 23.

Ditinjau dari sisi kelayakan, rumah dapat dibedakan menjadi tiga kategori yaitu rumah layak huni, rumah hampir tidak layak huni, dan rumah tidak layak huni.

Pada tahun 2017, sebesar 86,23 persen pemuda tinggal di rumah layak huni. Sementara itu, persentase pemuda yang tinggal di rumah tidak layak huni sebesar 3,78 persen. Pemuda yang tinggal di perkotaan tampak memiliki kehidupan yang lebih baik dibanding pemuda di perdesaan.

Hal ini terlihat dari lebih tingginya persentase pemuda perkotaan (91,17 persen) yang tinggal di rumah layak huni dibandingkan pemuda perdesaan (80,18 persen).

Sementara itu, berdasarkan jenis kelamin tidak ada perbedaan nyata antara pemuda laki-laki dan perempuan dalam hal kelayakan rumah tempat tinggal.


Faktor ekonomi menjadi pembeda dalam hal kelayakan rumah tempat tinggal pemuda. Semakin tinggi kelompok pengeluaran rumah tangga, semakin besar persentase pemuda yang tinggal di rumah layak huni.


Persentase Pemuda Menurut Kelayakan Rumah Tinggal, 2017


Persentase pemuda dengan rumah layak huni antar provinsi cukup bervariasi. Provinsi Papua memiliki persentase pemuda yang tinggal di rumah layak huni terendah, yaitu sebesar 54,89 persen.

Sementara itu, Provinsi Kalimantan Timur memiliki persentase pemuda dengan rumah layak huni tertinggi, yaitu sebesar 97,49 persen. Persentase pemuda menurut kelayakan rumah tempat tinggal dan provinsi dapat dilihat pada gambar.(*)


Sumber: BPS Indonesia

Tidak ada komentar untuk "Status Ekonomi Rumah Tangga Pemuda Indonesia Tahun 2017"